7 Cara Menghadapi Mertua yang Cerewet

Cara Menghadapi Mertua yang Cerewet

Ada kalanya pasangan yang kita nikahi ternyata memiliki orang tua yang kelewat cerewet pada momen-momen tertentu. Atau, bisa saja mertua memang sudah cerewet dari sononya.

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai mertua yang cerewet, mungkin ada baiknya kita berbicara sedikit mengenai apa sih yang diinginkan mertua. Mertua kita adalah juga orang tua kita. Berbuat baik terhadap mereka merupakan sebuah kewajiban. Lalu apa yang diinginkan oleh mertua terhadap kita sebagai menantu?

Seharusnya pertanyaan inilah yang terlebih dahulu kita jawab. Mungkin, berikut adalah beberapa hal yang diinginkan oleh mertua terhadap menantunya.

  • Mertua ingin memiliki mantu yang berada (kaya) atau jika tidak kaya, mantu harus bisa menafkahi anaknya (rajin bekerja).
  • Menginginkan mantu yang penurut dan selalu mendengarkan apa yang disampaikan oleh pasangan maupun saran dari orangtua/mertua.
  • Mertua banyak yang ingin memiliki menantu yang bisa terhadap dirinya. Maksudnya adalah, menantu tersebut mau merawatnya, mengasihinya, memberinya kala membutuhkan, dll.
  • Mertua ingin menantunya bisa mengurus rumah tangga dengan baik, mendidik anak-anak, termasuk juga mengurus pasangan (anak mertua).
  • Intinya adalah, sebagian besar mertua menginginkan menantu yang baik dan pengertian.

Sebaliknya, sebagai seorang menantu, kita seringkali ingin memiliki mertua yang:

  • Sayang terhadap kita sebagai menantu.
  • Pengertian.
  • Tidak cerewet dan tidak terlalu banyak ikut campur urusan rumah tangga.
  • Bisa dijadikan sebagai tumpuan pada saat kita (menantu) membutuhkan. Dan lain-lain.

Setiap orang memang diciptakan dengan karakternya masing-masing. Namun sayangnya, saat ini banyak menantu yang cenderung tidak menganggap mertuanya seperti orang tuanya sendiri.

Padahal, dengan ikatan pernikahan, mertua juga merupakan orang tua kita yang patut disayangi, didoakan, dan diperlakukan layaknya orang tua kandung kita sendiri.

Seperti apa pun karakter mereka, entah itu cerewet, tidak menyenangkan, terlalu pendiam, sering menganggap kita tidak becus, atau sering mengkritisi kita sebagai menantu, kita harus tetap menghargai dan menghormatinya. Karena berbuat buruk terhadap mertua sama dengan durhaka terhadap orang tua sendiri.

Lalu bagaimana cara menghadapi mertua yang cerewet? Karena setiap masalah tentu ada solusinya. Mungkin beberapa tips berikut ini bisa membantumu.

1. Jadilah menantu yang kredibel. Kredibel itu = bisa dipercaya + andal

Biasanya, mertua yang cerewet kebanyakan disebabkan karena menantunya tidak becus dalam mengelola rumah tangga; terlalu pemalas, terlalu mengandalkan pembantu, jarang memberikan perhatian terhadap pasangan, dan lain-lain. Jadi, ada baiknya kita (menantu) introspeksi diri terlebih dahulu.

Artikel Lainnya:  Wahai Para Calon Suami, Ingatlah 7 Nasehat Ini Sebelum Memperistri Dia, Agar Dia Tidak Ilfeel Kelak

Jika mertua tetap cerewet setelah kita sudah berusaha maksimal, maka solusinya adalah kita harus bersabar.

Selain itu, memang ada tipe mertua yang kelewat cerewet serta ingin turut campur dengan urusan rumah tangga kita.

Apabila mertua cerewet karena hal-hal yang tidak masuk akal, misalnya selalu bertanya kapan punya momongan? Kenapa cucunya laki semua? Atau yang sejenisnya, sebaiknya kamu sebagai menantu harus pandai-pandai memberikan pengertian kepada mereka. Atau jika tidak mungkin, kamu bisa menghindar, atau paling tidak sebisa mungkin alihkan perhatian dengan obrolan yang lain.

2. Rumah tangga baru sebisa mungkin harus mandiri

Sama seperti yang saya lakukan, sejak pertama menikah saya sudah bercita-cita untuk membangun rumah saya sendiri dengan apa pun yang saya miliki dan sebisa mungkin tidak bergantung lagi terhadap orang tua maupun mertua.

Karena biasanya, apabila kita masih satu rumah dengan mertua, gaya kita menjalani rumah tangga dan gaya mertua yang berbeda dalam menjalani rumah tangga seringkali memancing kata-kata atau tindakan yang tidak menyenangkan.

Oleh sebab itu, ada baiknya kamu memiliki dan tinggal di rumah yang berbeda. Jika belum mampu membeli secara syar’i, kamu bisa mengontrak atau memilih kos-kosan.

3. Bersikaplah ramah dan baik terhadap mertua

Sudah disampaikan sebelumnya, jika mertua adalah orang tua kita juga. Mereka harus diperlakukan dengan baik dan hormat walaupun mungkin mereka sering menyakiti kita.

Bersikap ramah dan baik terhadap mertua bukan sebuah ‘keharusan’ melainkan sebuah ‘kewajiban.’

Dengan sikap yang ramah dan baik, seharusnya mertua akan menjadi malu untuk bersikap cerewet terhadap kita.

Namun jika mertua tetap cerewet, maka kita bisa bersabar atau mencoba menerapkan beberapa tips dari poin-poin sebelumnya. Seperti, dengan hidup dan tinggal di rumah yang berbeda.

4. Jangan sungkan memberikan hadiah

Banyak menantu yang takut terhadap mertuanya. Padahal, mertua seharusnya bisa diperlakukan layaknya orang tua kita.

  • Kita bisa dekat dengannya
  • kita bisa bercanda dengan mertua
  • kita bisa berkeluh kesah dengan mertua
  • dan masih banyak hal-hal lain yang bisa kita lakukan kepada orang tuanya juga bisa kita lakukan terhadap mertua.
Artikel Lainnya:  6 Jenis Ghibah yang Diperbolehkan, Ketahuilah Agar Anda Tak Salah Paham

Jadi, ubahlah persepsi bahwa mertua adalah orang lain. Karena mertua sejatinya juga adalah orang tua kita.

Sekali waktu, untuk menyenangkannya, berilah hadiah walaupun terlihat sepele namun akan membuatnya lebih menghargai kita sebagai menantu.

Misalnya, jika di dapur mertua wajannya sudah tampak tua dan usang, jangan sungkan-sungkan untuk membelikannya wajan yang baru dan bagus sesuai dengan kemampuan tentunya. Hal itu akan membuktikan bahwa kita sebagai menantu juga memiliki perhatian terhadap mertua.

5. Jangan ragu untuk merawat mertua

Jika sejak awal menantu merasa tidak cocok dengan mertua, seringkali banyak menantu yang berusaha lari dan menghindar. Bahkan sebelum mereka mengenal lebih jauh sifat dari mertua mereka.

Padahal, salah satu keinginan dari mertua kepada menantunya adalah, mereka menginginkan menantu yang bisa merawat mereka, mau mendengarkan keluh kesah mereka, dan mau bersabar bahkan ketika mereka sering marah-marah atau sering cerewet.

Jadi, jangan ragu-ragu untuk menjenguk mertua, jangan ragu-ragu untuk membantunya memasak, mencuci piring, atau melakukan tugas-tugas rumah tangga yang lainnya pada saat berada di rumah mertua.

6. Yang pasti, harus berusaha bersabar…

Jika mertua mengkritisi hal-hal yang tidak masuk akal dan yang tidak bisa kita kendalikan, maka sebagai menantu, kamu sebaiknya bersabar atau menghindar agar tidak terjadi konflik.

7. Dan tentunya, yang pasti pula, setiap masalah harus dibicarakan. Jangan hanya dipendam saja.

Menyelesaikan masalah dengan berbicara juga bisa menjadi solusi, misalnya dengan berbicara secara terbuka mengenai apapun yang kita keluhkan.

Walaupun terdengar dan terkesan berat, namun apabila dijalani mungkin saja hal tersebut merupakan salah satu solusi yang akan membuat hubungan antara mertua dan menantu menjadi lebih baik.

Karena ada banyak masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan berbicara. Pilihlah seseorang yang terpercaya yang bisa menjadi mediator.

Itulah beberapa tips cara menghadapi mertua yang cerewet, semoga bisa membantumu.

BAGIKAN
Ibu muda sekaligus nyambi jadi blogger yang menyukai banyak hal menyenangkan. Pecinta bakso tapi gak pernah sukses bikin bakso sendiri. Hobi nulis dan duit, kadang-kadang nulis dapet duit. :D Dan sedang belajar banyak hal di dunia IM. ;)

Bagaimana menurut Anda?

Komentar