9 Penyebab Telat Datang Bulan dan Cara Mengatasinya

penyebab telat datang bulan

Telat datang bulan atau menstruasi bagi mereka yang tidak sedang berusaha untuk hamil adalah sebuah masalah. Selain masalah terlambat datang bulan, kadang kala, kita (wanita) juga akan berurusan dengan perut kembung, kram, dan perubahan suasana hati pada saat mens.

Penyebab telat datang bulan selain karena hamil, sebenarnya ada beberapa penyebab mengapa wanita sering mengalami telat datang bulan. Dan berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Kelebihan berat badan

Ini adalah alasan utama yang sering menyebabkan wanita mengalami telat datang bulan atau mengalami menstruasi yang tidak teratur. Namun, tidak hanya obesitas yang dapat menyebabkan kita mengalami gangguan menstruasi melainkan, kekurangan berat badan juga dapat menjadi penyebabnya.

Mereka yang mengalami masalah serius dengan pola makan seperti wanita dengan anoreksia dan bulimia dapat menyebabkan periode menstruasi menjadi maju mundur.

Idealnya, jika kamu ingin memiliki menstruasi yang lebih teratur, kamu setidaknya harus menurunkan berat badan bagi yang mengalami obesitas, dan menaikkan berat badan bagi yang kekurangan. Jika kamu kesulitan untuk menaikkan atau menurunkan berat badan, kamu bisa datang ke puskesmas dan menemui ahli gizi untuk meminta saran. Karena mereka tahu bagaimana caranya membantumu.

2. Berolahraga secara berlebihan

Beberapa wanita memiliki kebiasaan untuk berolahraga dengan sangat berat alias berlebihan. Kebiasaan tersebut ternyata juga dapat memberikan efek tertentu pada tubuh wanita itu sendiri. Dan salah satu efeknya adalah perubahan tanggal menstruasi.

Secara alami tubuh memiliki pelindung yang dapat menjaganya agar tetap sehat begitu juga dengan sistem reproduksi, apabila mendapatkan tekanan yang terlalu berat secara terus-menerus, hal tersebut akan mempengaruhinya. Olahraga berat akan membuat tubuh mengalami perubahan ovulasi sehingga tidak memiliki banyak estrogen. Olahraga ekstrim juga dapat menyebabkan terbentuknya lapisan pada rahim yang dapat merubah periode menstruasi (datang bulan).

Tidak hanya berolahraga dengan intensitas yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama, melainkan, olahraga angkat beban yang ekstrim, misalnya, seperti angkat besi juga dianggap sebagai salah satu biang masalah.

Jadi, sebagai wanita cobalah untuk lebih bijak dalam memilih jenis olahraga, intensitas, dan durasinya.

Artikel Lainnya:  Cara Mengurangi Berat Badan, Bagi yang Kebablasan Makan Saat Lebaran Sampai Gemuk, Cocok Praktekkan Nih

3. Stres

Saat ini wanita sudah mulai banyak yang keluar untuk bekerja dan tidak sedikit juga yang kemudian memegang jabatan-jabatan penting. Kondisi tersebut membuat mereka seringkali mengalami stres.

Namun kamu juga harus tahu bahwa tidak hanya wanita yang bekerja, yang sering mengalami stress, wanita yang hanya tinggal di rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari tanpa pernah mendapatkan bantuan dari suami atau pembantu biasanya juga mudah mengalami stres. Jadi jika kamu adalah seorang pria dan sedang membaca artikel ini, kamu harus lebih sering memberikan bantuan untuk mengatasi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh istrimu di rumah.

Stres juga bisa disebabkan karena faktor psikologis, faktor ekonomi, atau yang lainnya.

Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa melakukannya dengan beberapa cara mulai dari, memilih makanan yang tepat, sehat dan hindari junk food. Kemudian, cobalah untuk sering-sering menyenangkan diri. Karena kebahagiaan adalah salah satu cara melawan stress. Beberapa orang memilih untuk pergi berlibur sebagai media untuk refreshing. Dan beberapa orang memilih berkonsultasi dengan psikolog.

4. Hormon tiroid juga dapat menyebabkan masalah telat datang bulan

Penyebab telat datang bulan yang lainnya bisa berupa masalah kesehatan seperti gangguan hormon tiroid. Ini (tiroid) merupakan kelenjar yang kita sebut dengan kelenjar gondok dan berada di sekitar leher kita. Kelenjar ini fungsinya untuk mengatur metabolisme. Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhinya. Namun kebanyakan yang dapat mempengaruhi kelenjar tiroid tersebut adalah makanan yang kita konsumsi.

Kekurangan hormon tiroid biasanya dikaitkan dengan jarangnya kita mengkonsumsi makanan makanan asin atau garam beryodium. Begitu juga sebaliknya, terlalu sering mengkonsumsi makanan asin atau yang mengandung garam akan membuat hipertiroidisme atau kelebihan hormon tiroid yang secara otomatis membuat menstruasi terganggu.

Masalah ini bisa diatasi dengan memeriksakan kelenjar tiroid di dokter.

5. Sindrom ovarium polikistik

Polycystic ovarium sindrom (PCOS) atau yang lebih kita kenal dengan istilah sindrom ovarium polikistik, adalah kondisi dimana hormon kita sedang tidak seimbang yang menyebabkan ovulasi terganggu.

Artikel Lainnya:  7 Bahaya Duduk Terlalu Lama, Seharusnya Kita Kapok Nih

Gangguan pada ovulasi tersebut biasanya disebabkan karena pengaruh kadar hormon progesteron, hormon estrogen, dan hormon testosteron yang tidak stabil.

Menurut ahli kesehatan, periode menstruasi yang tidak teratur biasanya juga disebabkan karena sindrom ovarium polikistik dan ditandai dengan beberapa gejala seperti tumbuhnya rambut-rambut di tempat-tempat yang tidak seharusnya, seperti di wajah dan dada. Selain itu masalah ini juga ditandai dengan sulitnya menurunkan berat badan dan masalah kesuburan yang terganggu.

6. Penyakit kronis seperti celiac

Penyakit celiac biasanya ditandai dengan intoleransi gluten atau ketidakmampuan tubuh mentoleransi gluten. Untuk mengetahui apakah penyakit tersebut sebagai penyebab menstruasi yang tidak datang-datang, kamu harus memeriksakan diri ke dokter.

7. Menggunakan pengontrol kehamilan

Beberapa wanita mungkin tidak ingin hamil sehingga mereka menggunakan pengontrol kehamilan seperti berbagai jenis terutama yang berdosis rendah. Pil untuk mengontrol kehamilan biasanya dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih jarang, disamping beberapa efek samping. Selain pil, hal yang sama juga berlaku apabila wanita tersebut menggunakan IUD hormonal, implan, atau suntikan. Biasanya masalah ini akan kembali normal apabila kita (wanita) berhenti menggunakan berbagai jenis pengontrol kehamilan tersebut.

8. Menopause dini

Pada umumnya wanita akan memasuki usia menopause ketika mereka berusia 51 tahun atau 52 tahun. Akan tetapi, beberapa wanita mengalaminya di usia yang lebih muda, misalnya pada usia 40 tahun. Hal tersebut bisa terjadi karena pengaruh hormon di dalam tubuh yang menyebabkan kegagalan ovarium prematur dan ditandai dengan beberapa gejala seperti: berkeringat pada malam hari, Miss V menjadi kering, dan hot flashes.

9. Menyusui

Seorang wanita yang menyusui juga bisa mengalami menstruasi yang tidak teratur karena hormon prolaktin yang bertanggung jawab untuk memproduksi ASI dapat memberikan tekanan pada ovulasi yang kemudian efeknya adalah telat datang bulan.

Jika selama ini kamu mengalami menstruasi yang terus-menerus tidak teratur setiap bulan, ada baiknya segera memeriksakan diri kepada dokter, disamping dengan mengevaluasi kegiatan yang kamu lakukan sehari-hari termasuk juga makanan yang kamu konsumsi.

 

BAGIKAN
Ibu muda sekaligus nyambi jadi blogger yang menyukai banyak hal menyenangkan. Pecinta bakso tapi gak pernah sukses bikin bakso sendiri. Hobi nulis dan duit, kadang-kadang nulis dapet duit. :D Dan sedang belajar banyak hal di dunia IM. ;)

Bagaimana menurut Anda?

Komentar