8 Hal yang Membuat Anda Merasa Hidup Kok Gini-Gini Aja dari Tahun Kemarin, Kayak Nggak Ada Kemajuan?

Hal-Hal yang Membuat Anda Merasa Hidup Kok Gini-Gini Aja dari Tahun Kemarin, Kayak Nggak Ada Kemajuan?

Waktu terus berlalu, tak terasa tahun berganti tahun baru lagi. Perasaan kemarin baru hari Senin, sekarang sudah mau hari Senin lagi aja..

Namun, ntah kenapa, rasanya dari kemarin itu kok hidup serasa gini-gini aja ya..?? Nggak ada kemajuan..??

  • Skripsi nggak selesai-selesai…
  • Penghasilan segitu-segitu aja….
  • Nggak nikah-nikah juga…
  • Skill pun gini-gini aja nggak ada perkembangan…
  • Dan masih banyak hal-hal stagnan lainnya…

Kenapa bisa seperti itu? Biasanya, paling tidak, ada 8 hal penyebabnya. Berikut ini dia.

1. Nggak ada target yang jelas, jadi seolah-olah nggak kemana-mana

Inilah alasan yang paling wajar. Emangnya, target kita apa? Kalau tidak ada target tujuan, wajarlah jadi kacau seperti kendaraan yang jalan berputar-putar ntah ke mana, hingga lelah, dan akhirnya pulang kembali ke Rumah. Besoknya, begitu lagi, keluar berputar-putar ntah kemana, lalu lelah, kemudian pulang.. gitu-gitu melulu..

Seandainya ada tempat tujuan yang jelas, kemudian behasil, maka kita pun jadi merasa senang dan bersyukur. Kalau pun belum berhasil, kita tetap bersyukur, karena jalannya jelas dan bisa diprediksi kapan kira-kira sampainya.

Maka dari itu, pastikanlah Anda punya target yang jelas. Tahun ini, apa yang hendak dicapai? Bulan ini targetnya apa? Apakah omzet 50 juta? Selesaikan baca buku 400 halaman? Berat badan turun 3 Kg? Wisuda? Nikah? Lunas hutang? Harus ada target seperti itu, biar bisa dievaluasi.

2. Nggak menata prioritas, sehingga waktu seharian banyak melakukan hal-hal yang nggak ada hubungannya dengan impian Anda

Bisa jadi Anda sudah punya target, bahkan banyak. Namun, ternyata, yang terjadi malah sehari-hari sibuk ngerjain hal-hal yang nggak ada hubungannya dengan target-target tersebut.

Misalnya, coba, sebutkan 3 hal yang paling banyak Anda habiskan waktu Anda ke situ selama seharian? Apakah 3 hal tersebut ada hubungannya dengan target Anda? Kalau iya, yah bagus, alhamdulillah. Kalau tidak, wah… maaf… parah itu… Misalnya malah kebanyakan main game, nonton film, dan sebagainya yang nggak ada hubungannya dengan target…

Kalau seperti itu, pastikanlah Anda sudah benar-benar menata prioritas terpenting Anda. Sehingga, kalau ada ‘bisikan’ ajakan hal lain, Anda dapat dengan mudah mengabaikannya. Misal, secara garis besar, Anda ingin fokus di 4 hal: ngaji Islam, menulis 3 artikel seminggu, penghasilan 5 juta, nikah akhir tahun. Nah, misalnya ada ‘bisikan’ selain 4 hal tersebut, abaikanlah. Atau, tundalah. Fokuslah ke prioritas utama.

3. Terlalu fokus ingin menjadi nomor 1, tidak mau bertahap dulu perkembangannya

Ada juga fenomena orang yang pingin banget langsung jadi hebat. Pingin langsung jadi nomor 1, paling bisa, paling jago, pokoknya yang terdepan dan teratas. Padahal, sejatinya untuk seperti itu haruslah berproses, yang notabene normalnya prosesnya lama dan panjang. Sehingga, bila hingga kini hal itu tak terwujud, ia menjadi stress.

Padahal, lebih baik itu kalau dia fokus bagaimana agar hari ini jadi lebih baik daripada hari kemarin saja dulu. Dan, bagaimana agar hari esok lebih baik daripada hari ini. Kalau seperti itu, kan jadi jelas apa-apa saja perkembangan kita.

Artikel Lainnya:  12 Penyesalan yang Paling Banyak & Sangat Disesali Orang di Masa Depan

4. Membiarkan gangguan-gangguan terus mengganggu

Inilah yang sering menjadi PR banyak orang, bahkan oleh orang-orang yang sudah biasa produktif. Namun, terkadang mereka ‘kecele’ tiba-tiba suatu waktu gagal produktif, karena gagal fokus dan terganggu oleh berbagai macam gangguan.

Misalnya gangguan notifikasi social media, chatting messenger, email, permintaan orang, suara orang sekitar, dan sebagainya. Maka dari itu, pastikanlah Anda meminimalisir gangguan-gangguan tersebut.

5. Kurang banyak belajar, lebih banyak main-mainnya

Untuk bisa produktif dan cerdas me-manage itu butuh ilmu juga, walaupun hanya sekadar tips-trik yang mungkin sifatnya tidak wajib.

Bisa jadi, salah satu yang membuat kita stagnan gini-gini aja, karena progress kita lambat. Kok bisa lambat, karena pakai cara-cara standar dan jadul, sementara orang lain bergerak dengan ilmu dan tips-trik unik yang mungkin tak terbayangkan oleh orang-orang biasa.

Maka dari itu, perlulah Anda pelajari hal tersebut.

6. Sombong, suka merendahkan orang lain dan menolak kebenaran nasehat orang

Salah satu metode baku untuk maju dan berkembang menjadi lebih baik, tentu haruslah kita mengaku ada hal buruk dan jelek yang ada pada diri kita, lalu kita perbaiki  hal tersebut. Nah, maka dari itu, mustahil kita bisa menjadi berkembang, kalau kita tidak pernah mau mengaku salah; sering menolak nasehat; bahkan cenderung sombong. Iya, mustahil!

Maka dari itu, bila Anda serius ingin berkembang menjadi lebih baik dan maju, maka haruslah berusaha legowo dan rendah hati bila mendapatkan nasehat dari orang lain.

7. Banyak maksiat, kurang istiqamah bertaqwa

Jelas salah satu tanda majunya seseorang adalah ia semakin bertaqwa. Sebaliknya, tanda stagnannya bahkan mundurnya seseorang adalah ia semakin banyak bermaksiat.

Karena memang, taqwa itulah tujuan hidup kita.

Selain itu, terkadang ‘efek samping’ dari taqwa itu adalah kemudahan pada urusan sehari-hari kita; urusan bisnis, kerja, kuliah, rumah tangga, dan sebagainya.

Artikel Lainnya:  Cara Bersyukur Itu Bukan Sekadar Berucap "Alhamdulillah", Tapi Juga Bertaqwa PadaNya

 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا  وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thalaq: 2-3)

ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى . قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا . قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ ءَايَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى

“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. Dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”. Berkatalah ia:”Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat?”. Allah berfirman:”Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu(pula) pada hari inipun kamu dilupakan.”. (QS. Thaha: 124-126)

Nah, maka dari itu, mari kita memuhasabah diri kita. Apakah selama ini kita masih banyak maksiat? Ada hal-hal yang hukumnya haram sering kita lakukan? Kalau iya, wajarlah hidup serasa kita gini-gini aja, bahkan malah mundur… 🙁

8. Nggak mau memaksa diri sendiri

Nah, poin ke-8 ini yang favorit saya. Yaitu, memaksa diri sendiri. Walau sebenarnya ini yang paling nggak enak dan susah. Namun, justru inilah tips yang paling ampuh sepengalaman saya.

Saya pribadi sudah sering puluhan kali semangat naik-turun-naik-turun gitu-gitu terus. Terkadang berhasil produktif, terkadang malah malasan-malasan. Kemudian mencari solusi lain, terkadang berhasil semangat lagi tapi terkadang jadi down lagi. Nah, kalau sudah seperti itu, memang yang harus dilakukan adalah paksakan diri saja.

Saya sih sudah sangat muak pada kelalaian saya yang menyebabkan hidup gini-gini aja, cita-cita tak terwujud. Ketika dievaluasi, tidak lain dan tidak bukan karena yah saya suka malas dan menunda-nunda. Akhirnya, setiap kali saya nggak mood, malas, jenuh; maka saya terobos saja itu semua. Saya paksakan saja.

Soalnya kalau nggak sekarang dikerjakan, yah kapan lagi target bisa terwujud… Nggak mungkin gini-gini terus… Jadi memang yah harus paksakan saja. Paksa, paksa, paksa, dan terus memaksa.

Nah, setidaknya, begitulah 8 hal yang mungkin menyebabkan kita merasa hidup kita kok gini-gini aja dari tahun kemarin, seperti tidak ada perubahan. Semoga bisa Anda ambil pelajarannya.

Oh iya, kalau memang ada pelajarannya, silahkan Anda share ke teman-teman Anda yaa.. biar pelajarannya kita dapatkan bersama.. 🙂

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.