12 Kebiasaan Kecil yang Membuat Anda Galau Teruuuuus

galau terus

Beberapa dari Anda mungkin gak nyadar bahwa Anda secara gak langsung sering melakukan suatu kebiasaan yang membuat galau. Pada dasarnya setiap manusia tuh ingin bahagia, namun ternyata kebahagiaan sendiri susah untuk dicari. Aktivitas-aktivitas yang sering Anda lakukan setiap hari bisa jadi pemicu berkurangnya tingkat kebahagiaan pada diri Anda.


Berikut ini 12 hal kecil yang membuat Anda bisa galau terus-menerus

1. Anda ngebiarin orang memutuskan sesuatu untuk Anda

Gak usah dengerin pendapat buruk orang lain tentang Anda karena orang-orang itu sebenarnya gak peduli dan gak tahu tentang Anda. Jangan biarin orang-orang itu mempengaruhi Anda, putuskan sendiri apa yang ingin Anda jalani. Orang lain kadang cuma bisa komentar tentang hidup Anda tapi tidak bisa memberikan solusi.

Supaya Anda tidak galau mempertimbangkan perkataan orang lain, maka perhatikan kaidah berikut ini.

  • Kalau kata-kata orang tersebut memperingatkan bahwa ada perihal wajib yang belum Anda tunaikan, atau ada perihal haram yang Anda lakukan, barulah Anda ikuti perkataan orang tersebut. Toh itu dari Allah juga.
  • Tapi kalau persoalan yang hukumnya mubah, itu baiknya pilih yang efektif dan efisien. Sisanya, terserah Anda saja. Jangan mau selalu dengerin apa kata orang.

2. Anda memperhatikan enaknya kehidupan orang lain, lupa enaknya kehidupan Anda sendiri

Jangan buang waktu Anda buat ngedongkol kenikmatan hidup orang lain. Anda capek sendiri. Justru Anda ikut senang dan syukur aja, toh dia dapat nikmat itu atas izin Allah.

Cobalah Anda ingat-ingat dulu saat Anda bergumam pingin beli HP baru, pingin beli tas baru, pingin es krim, kemudian itu semua sudah terwujud. Coba Anda ingat-ingat kembali masa-masa itu, rasakan nikmatnya saat kebutuhan dan keinginaan Anda terwujud. Indah bukan? Pilunya, banyak sekali manusia ini lupa mensyukuri apa yang sudah ada..

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari)

3. Anda nggak mau sabar

Jika Anda melakukan kesalahan atau apa yang Anda anggap benar ternyata salah, jangan berpegang teguh pada pendirian kalo Anda adalah orang yang benar. Hal itu bisa jadi pemicu kerusakan hubungan dengan rekan Anda. Sebaiknya, Anda mengaku kalo hal itu salah dan coba belajar menerima kesalahan itu sebagai pembelajaran.

Faktanya (ini fakta loh yaa….) banyak masalah yang bisa aja harusnya awalnya itu nggak bakalan jadi masalah, kalau kita mau ngaku salah aja, dan mau sabar aja. Ngapain diikutin tuh emosi, bikin jadi tambah kerjaan aja kan. Harusnya bisa mikirin kerjaan lain, malah jadi mikirin keburukan si dia melulu. Padahal kalau sabar aja, nggak akan jadi begitu. Ngabisin waktu dan tenaga jadinya kan.

4. Anda keras kepala, tapi tanpa argumen

Terkadang orang bias dengan makna “konsisten” dan “keras kepala”. Sekilas faktanya bisa sama. Tapi, biasanya kata “konsisten” dinisbatkan pada hal yang positif, sedangkan “keras kepala” dinisbatkan pada hal yang negatif. Intinya, mempertahakan pendirian. Nah, pendirian itu kan bisa pendirian yang salah, bisa juga pendirian yang benar. Yang terbaik yaah teguh pendirian yang benar, alias konsisten.

Artikel Lainnya:  Ini 17 Cara Berpikir Orang Sukses, yang Membuatnya Beda Banget dengan Orang Rata-Rata

Nah, pendirian yang benar adalah pendirian yang argumentasinya kuat. Dan sekuat-kuatnya agrumen, adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Kalau terkait perihal teknis, dan sains, argumentasi yang kuat adalah yang efektif, efisien, dan sudah teruji di lapangan.

Maka, bila keteguhan pendirian Anda memang kuat berdasarkaan argumentaasi kuat yang di atas tersebut, konsistenlah! Jangan mau goyah! Tapi, kalau ternyata argumentasi Anda lemah, maka berubahlah. Jangan keras kepala.

5. Anda menolak menghadapi perubahan

Ngerasain perubahan itu memang gak mudah. Gak semua perubahan itu baik, cuma Anda harus terus berjuang buat ngadepin perubahan itu. Walau awalnya perjuangan itu memberi Anda rasa gak nyaman, namun itu bisa membuat Anda jadi seseorang yang baru. Anda harus bisa nerima setiap perubahan dan ngadepin perubahan itu dengan positif.

Anda renungin aja, masak Anda mau gini terus.. sampai wisuda nanti.. sampai udah nikah nanti.. sampai udah punya anak nanti.. sampai anak Anda sudah besar nanti.. masak sifat Anda pecundang banget gini terus? Anda mau hidup Anda mulia dan bermanfaat kan? Banyak orang yang mau hidupnya bagus, tapi tak kunjung bagus, biasanya karena nggak mau berubah. Mental block kok dipelihara…??

6. Anda terlalu memikirkan masalah Anda sendiri

Janganlah Anda terlalu fokus mikirin masalah Anda terus menerus. Masalah itu pasti ada dalam setiap kehidupan yang Anda jalani, tapi anggaplah masalah itu hanya batu kerikil dalam hidup Anda dan jangan biarkan masalah jadi penghalang untuk meraih sukses.

Namun ingat pula… ada kalanya masalah itu bisa diatasi diri sendiri, ada kalanya masalah itu bisa diataasi kalau Anda meminta bantuan ke teman-teman atau saudara Anda.

Anda tahu kan maknanya ikatan aqidah ukhuwah islamiyyah itu apa? Ketika teman Anda tengah memikul bebannya sendirian, sementara Anda hanya melihatnyaa saja.. itu pasti membuat hati Anda sakit.. Anda tidak tahan, ingin segera menolongnya, berbagi beban yang bisa sama-sama dipikul.

Maka dari itu, bila memungkinkan, mintalah bantuan ke saudara atau teman Anda. Jangan pikul beban sendirian.

7. Anda berpegangan pada orang yang menjauhi Anda

Membangun sebuah hubungan dengan orang lain itu penting, tapi Anda harus tahu apakah orang itu punya perasaan yang sama seperti Anda atau nggak. Apabila orang itu tidak tertarik sama Anda, berarti Anda gak perlu buang waktu buat ngebuktiin kalo Anda itu yang terbaik. Lebih baik Anda cari yang lain saja.

8. Anda suka menunda-nunda

Yang namanya kebutuhan dan keinginan, itu menuntut untuk dipenuhi. Kalau kebutuhan hajat tak kunjung dipenuhi, bisa membuat Anda sakit, bahkan mati. Kalau keinginan naluri tak kunjung dipenuhi, memang tidak apa-apa, tapi paling membuat Anda resah dan galau saja.

Nah, apabila memang ada yang harus dipenuhi, maka penuhilah secara benar segera. Semakin Anda menunda-nundanya, maka Anda akan semakin galau.

9. Anda bersikap berlebihan pada diri sendiri

Memperdulikan diri sendiri memang bagus, tapi jangan sampe terlalu berlebihan sehingga gak memperhatiin orang lain.

Sejatinya memang manusia memiliki 3 gharaiz (naluri), yaitu:

  1. Gharizah baqa’ (naluri mempertahakan diri)
  2. Gharizah nau’ (naluri melestarikan manusia)
  3. Gharizah tadayyun (naluri bertuhan)
Artikel Lainnya:  7 Cara Melatih Kesabaran, Banyak yang Gak Praktekkan Ini Jadi Sering Stress

Ketiga-tiganya harus dipenuhi (tentunya dipenuhi secara syariat Islam). Sekiranya ada satu yang tidak dipenuhi, lantaran Anda terlalu sibuk memenuhi yang lainnya, niscaya Anda galau.

  • Yang terlalu sibuk membantu orang lain, dirinya tak terurus, lama-lama dia galau.
  • Pun sama, yang terlalu sibuk mengurusi diri sendiri, ngurung diri di kamar, kerja-kerja melulu, main game melulu, sampai sudah tak lama mendapatkan pelukan dari teman maupun saudara, sudah lama tak saling bercengkrama, bersapa, bersalam, maka pasti dia galau.
  • Pun sama, yang senantiasa berprestasi di Kampus, Kantor, organisasi, dan senang membantu sesama, tapi jarang sholat, ikut kajian males, baca artikel islam males, banyak nggak tahu yang mana halal-haram, maka pasti dia hidupnya galau.

Yang terbaik yang proporsional. Gharizah baqa’ dipenuhi, gharizah nau’ dipenuhi, gharizah tadayyun dipenuhi. Jangan lebay cuman salah satu doang. Termasuk, jangan cuma penuhi gharizah baqa’ (egoisme) doang.

10. Anda suka cari-cari perhatian dan mengharapkan orang lain selalu menyukai diri Anda

Janganlah buang waktu untuk bikin orang lain selalu bersikap baik untuk Anda, karena tidak semua orang akan begitu terus. Anda harus tetap melangkah maju dan abaikan orang yang tidak menyukai Anda.

Meskipun sesekali boleh dalam keadaan tertentu, tapi jangan selfie-selfie, fashion, mewah, berhias, hingga dalam taraf yang lebay, dalam rangka cari-cari perhatian. Tidakkah Anda merasa itu sangat melelahkan? Mesti selfie di tempat yang ekstrim, beli pakaian mahal.. sekali lagi, tidakkah Anda merasa itu sangat melelahkan?

Bagus juga apa kata Khalifah Ali Bin Abi Thalib, “Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu.”

11. Anda sulit melupakan masa lalu

Nggak usah terlalu Anda pusingkan rasa buruknya masa lalu kelam Anda. Yang penting Anda analisa kesalahan dan keburukan di masalah itu penyebabnya apa. Iya, itu, cukup ketahui saja penyebabnya apa. Kalau sudah tahu, jangan Anda lakukan lagi penyebab itu. Jadiin pelajaran aja..

Masa lalu buruk memang rasanya meresahkan. Tapi memang kita tidak bisa melupakannya. Namun, kan kita jadinya dapat pelajaran. Dari masa lalulah kita bisa belajar mana yang bagus dan mana yang tidak. Karena itu, di masa sekarang dan masa depan kita jadi tahu, mana yang harus kita lakukan, dan mana yang sebaiknya jangan kita lakukan. Right?

12. Anda menunggu waktu yang tepat untuk bahagia

Kebahagiaan tidak bisa datang dalam waktu tertentu. Ntah itu hari raya, wisuda, pernikahan, saat sudah beli ini-itu, dan lainnya.

Kadang masalahnya itu kita bikin-bikin sendiri.. “Aku pasti bakal senang kalau…” terus menyebutkan yang susah dan muluk-muluk. Banyak orang yang menentukan standar kebahagiaannya macam-macam, sehingga akhirnya mereka sulit untuk bahagia.

Daripada musingin itu, ada baiknya kita bahas dulu pembahasan yang paling mendasar. Yaitu, sebetulnya tujuan Pencipta menciptakan ciptaanNya untuk apa? Untuk apa Allah ciptakan diri kita ini? Kalau sekiranya keseharian kita sudah sesuai dengan tujuan Allah menciptakan kita, yasudah, cocoklah kita senantiasa bersyukur dan berbahagia. Apalagi yang perlu digalauin? Paling kita galaunya kalau kita maksiat, takut Allah tidak ridha dengan kita, itu saja, Right?

Bagaimana menurut Anda?

Komentar

BAGIKAN

Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.