Perkataan “Yaudah Kamu Aja yang Gantiin Aku! Jangan Mengkritik Aja Bisanya!” Itu Bisa Pertanda Egois

Sumber gambar: Pixabay.com

Pernahkah Anda mendengarkan ataupun menyaksikan orang yang berkata demikian? Misalnya:

  • Tatkala kita mengkritisi penguasa, dia bilang, “Yaudah Kamu aja yang jadi presiden!”
  • Tatkala kita memberikan masukan pada sebuah software, dia bilang, “Yaudah kalau begitu kamu aja yang ngembangin software ini!”
  • Tatkala kita mengoreksi hasil karya, dia bilang, “Yaudah Kamu aja yang coba buat begitu juga!”
  • Tatkala kita mengevaluasi hasil kinerja, dia bilang, “Yaudah Kamu aja yang gantiin kerjaanku!”

Hehehe, saya sih lumayan sering menyaksikan orang yang seperti itu. Dia tidak mau dinasehati, tidak mau dikritisi, tidak mau dikontrol, tidak mau dievaluasi. Orang yang seperti itu, bisa jadi egois.

Namun sebelumnya perlu kita ketahui bersama, penyebab seseorang seperti itu bisa jadi karena dua kemungkinan. Pertama, karena memang dia egois, tidak mau legowo, tidak mau ngaku salah; sehingga ilmu pun susah masuk. Atau, penyebab kedua, mungkin dia sudah demikian resah karena mendengarkan bully-an orang, sehingga dia mengira setiap komentar itu adalah bully, yang notabene tidak perlu dihiraukan, dicuekin saja.

Padahal, sejatinya komentar orang itu terbagi dua. Ada komentar yang tulus dalam rangka menjaga dan meningkatkan kebaikan kita, meski kadang rasanya agak pahit laksana obat. Ada pula komentar bully yang dia tidak peduli dengan kebaikan kita. (Terkait hal ini pernah kita bahas di artikel Bagaimana Cara Membedakan Komentar Orang yang Harus Diabaikan, dan yang Harus Didengarkan? Begini 5 Caranya)

Adapun fokus yang kita bahas di sini adalah komentar yang demi kebaikan, bukan komentar bully.

Nah, maka dari itu, apabila mungkin Anda termasuk orang yang suka berkata “Yaudah kalau begitu Kamu aja yang..!!!” saat diberi masukan, maka ada baiknya Anda harus berusaha merendahkan hati untuk memperhatikan komentar itu. Kalau itu komentar demi kebaikan, terimalah. Jangan egois berkata “Yaudah kalau begitu Kamu aja yang..!!!”.

Artikel Lainnya:  Tak Usah Khawatir Dituduh Radikal Oleh Orang, Asal Kita Diridhai Oleh Allah Bila Ta'at Syariat

Terkadang perkataan seperti itu membuktikan betapa cemen dan masih kekanak-kanakannya seseorang tersebut.

Emangnya, siapa yang memiliki tanggung jawab dan memang telah berkomitmen untuk melakukan pekerjaan tersebut? Seharusnya, apabila diberikan komentar (sekali lagi, komentar evaluasi yaa, bukan komentar bully) yah berterima kasih karena sudah dievaluasi dan dikontrol. Kok malah tidak mau bertanggung jawab?

Kalau orang lain nggak mau mengontrol dan mengevaluasi, berarti orang sudah tidak peduli dengan kinerja kita. Kalau buruk, mereka tak peduli.

Sebenarnya kalau memang salah, yaudah ngaku salah saja. Nggak perlu tarik-tarik penonton yang memang tidak punya tanggungjawab mengerjakan pekerjaan tersebut. Kecuali memang kita orang yang lembek dan cemen, nggak mau dinasehati.

Hal ini sangat erat kaitannya dengan sebagian penguasa. Penguasa itu memang harus senantiasa dievaluasi dan dikontrol oleh rakyat. Apabila rakyat mengomentari aktivitas salah yang dilakukan sang penguasa, yasudah terima saja. Kalau salah, yah ngaku salah saja. Masak harus ngeles sembari mengatakan, “YAUDAH KALAU GITU KAMU AJA YANG JADI MENTERI! JANGAN BERKOMENTAR AJA BISANYA!”, “YAUDAH KALAU GITU KAMU AJA YANG JADI GUBERNUR! JANGAN MENGKRITIK AJA BISANYA!”, “YAUDAH KALAU GITU KAMU AJA YANG JADI PRESIDEN, JANGAN JADI PENONTON DOANG BISANYA!”.

Sekali lagi, yang dimaksud komentar di sini adalah komentarnya dalam rangka evaluasi, memberi feedback, dan controlling yaa. Bukan komentar bully dan hate speech yang tak punya data, kurang mendalami fakta, dan tak menguasai materi penilaiannya.

Maka dari itu, saya mengajak kepada semuanya, termasuk diri saya sendiri, untuk senantiasa legowo apabila ada orang yang mengevaluasi kita dan memberikan saran. Terlebih lagi kalau memang kita sudah komitmen untuk mengerjakan hal tersebut, sehingga hal tersebut merupakan tanggung jawab kita. Jangan malah berkata, “YAUDAH KALAU GITU KAMU AJA YANG GANTIIN AKU!! COBA KAMU YANG KERJAIN!! BISA NGGAK?! JANGAN MENGKRITIK AJA BISANYA!!”, itu hanya menunjukkan betapa diri kita egois, cemen, dan kekanak-kanakan.

Artikel Lainnya:  Sering Bingung Mau Memulai Pembicaraan dari Mana? Coba Dari 8 Hal Ini Aja

Kalau di dunia ini tidak ada lagi yang saling mengingatkan, bisa hancur kita semua.

BAGIKAN
Dani Siregar
Al-Faqir ilAllah. Menekuni dunia blogging dan Search Engine Optimization Marketing sejak tahun 2011. Suka martabak dan es krim. Hidup untuk mabda' Islam.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar