Berapa Usia Ideal Anak Masuk Sekolah TK?

Berapa Usia Ideal Anak Masuk Sekolah TK?

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi yang saya hormati, saya memiliki putra usia TK.

Kalau di depan kami, baik-baik saja sikapnya. Tapi setiap saya pulang dan mengantarnya Sekolah, sikapnya bertolak belakang. Ada saja ulahnya. Tiba-tiba menyerang teman, guru, berguling-guling sambil nangis menjerit-jerit, merusak barang-barang, dan lain-lain.

Alhamdulillah pihak Sekolah sangat kooperatif dan membantu memberikan beberapa solusi untuk dijalankan bersama, namun belum banyak perubahan pada sikap putra tersayang kami.

Apa mungkin anak saya belum siap masuk ke Sekolah?

Usia berapa sebetulnya anak siap ke Sekolah?

Terima kasih untuk jawabannya.

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

UH – Bogor


Wa’alaikumsalam Wr Wb.

Ibu UH yang baik,

Ada banyak sebab ketika anak-anak menunjukkan sikap yang berbeda saat dekat dengan orang tua (ibu) dengan saat dia berada di Sekolah, di antaranya jika anak belum siap untuk berpisah dengan orang tua untuk memasuki dunia baru (Sekolah).

Berbagai ulah yang diekspresikan Ananda saat Anda meninggalkan Sekolah bisa jadi adalah bentuk protes dari ketidaknyamanan, atau ketidakinginan berpisah dengan Anda.

Ada baiknya Anda mencari tahu penyebabnya dengan lebih cermat. Pastikan karena memang belum siap atau ada masalah lain.

Setiap anak memang memiliki kecenderungan yang berbeda-beda tentang kapan siap bersekolah. Tidak ada batasan usia yang tepat untuk menentukan kapan anak usia dini mulai sekolah. Semua tergantung kesiapan anak, dengan memperhatikan tingkat kekuatan, keterampilan dan kematangan anak.

Ibu UH yang baik,

Sekolah merupakan salah satu sarana untuk membantu anak tumbuh optimal secara fisik, kognitif, sosial, emosional, dan spiritual. Usia dini adalah usia emas seorang anak untuk mempelajari hal-hal baru. Dan belajar tidak hanya bisa dilakukan di Sekolah, tapi juga di Rumah.

Peran aktif orang tua dengan benda-benda sekitar juga dapat menjadi media belajar. Penting bagi orang tua untuk mengetahui kesiapan anak. Orang tua semestinya orang yang paling tahu, apakah anak mendapatkan stimulasi yang cukup di Rumah, baik dari diri kita maupun lingkungannya. Bila stimulasi yang diberikan dirasa cukup, maka sebenarnya sah-sah saja ketika anak usia dini tidak disekolahkan.

Ibu UH yang baik,

Satu hal yang pasti, jika memang ingin menyekolahkan anak di usia dini, jangan biarkan Sekolah yang dipilih menjadi hal yang menakutkan bagi anak. Karena sama seperti orang dewasa, anak juga bisa terserang stress akibat tertekan, bosan, atau kecewa pada keadaan diri serta lingkungannya.

Karena itu, pilihlah Sekolah yang nyaman buat anak dan anak memang benar-benar sudah siap.

Jika belum siap, yang biasanya ditandai dengan menangis histeris atau ulah lainnya, jangan dipaksa. Karena justru bisa menimbulkan trauma.

Ibu UH yang baik,

Tanda-tanda anak sudah memiliki kesiapan untuk bersekolah di antaranya, jika anak mulai senang mendengarkan cerita, baik melalui mendongeng atau saat dibacakan buku cerita.

Saat proses ini berlangsung, biasanya mereka tampak antusias dan aktif merespon. Amati:

  • Apakah Ananda sudah bisa bermain sendiri maupun bersama.
  • Apakah Ananda sudah bisa memutuskan kapan ingin main sendiri dan kapan ingin bermain bersama temannya.

Kesiapan juga ditandai dengan seberapa besar Ananda sudah memahami instruksi sederhana, dan ini harus dimulai dari Rumah.

Hal ini penting, karena akan memudahkan Ananda beradaptasi dengan lingkungan Sekolah yang akan menentutnya lebih mandiri.

Setidaknya bekali Ananda dengan ketrampilan sederhana seperti, merapikan mainan, melepaskan sepatunya, menyimpan barang pribadinya, serta mampu menemukan benda yang dibutuhkannya sendiri.

Salah satu pertimbangan penting melepaskan anak-anak bersekolah adalah bahwa mereka sudah mulai menunjukkan sikap mandiri.

Ibu UH yang baik,

Hal yang juga penting, untuk melihat kesiapan anak adalah dengan melihat apakah Ananda sudah tahu cara mengungkapkan perasaan dan pikirannya.

Biasakan anak untuk menyampaikan keinginan, kemauan, atau kebutuhannya. Dengan bahasa dan gaya mereka tentunya. Melatih komunikasi seperti ini penting agar saat dihadapkan pada situasi serupa di lingkungan yang berbeda, mereka bisa menyampaikannya tanpa sungkan kepada guru atau temannya. Tidak harus dalam kalimat yang lengkap dan terstruktur, yang paling penting mereka punya keberanian yang sama.

Minat dan keinginan bersekolah anak tentu tidak muncul begitu saja. Sebagian besar karena terstimulasi dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakannya.

Sangat penting bagi orang tua untuk mulai mengenalkan kegiatan belajar di Sekolah sebagai hal yang menyenangkan, agar Ananda lebih mudah beradaptasi.


Source: Koran MU Terbitan 20 April – 3 Mei 2018. Judul asli: “Kapan Anak Siap Sekolah”.

YUK USAHAKAN ANAK KITA MENJADI SHOLEH & SEHAT, DAMBAAN KELUARGA & PERADABAN! 😊

Dapatkanlah konten-konten ilmu parenting Islami melalui email Anda!

Daftarkan email Anda pada Newsletter Syi’ir!